Popular Post

Showing posts with label Seri Si Cerdik Kancil. Show all posts

Si Cerdik Kancil: Sabuk Nabi Sulaiman

By : Imedia9.net



Judul: Si Cerdik Kancil: Sabuk Nabi Sulaiman
Penulis: Heru Yuwono
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan pertama tahun 2005


Suatu hari Kancil bertemu Harimau. Melihat Kancil, terbit air liur Harimau. Ia mengancam binatang kecil itu. Namun Kancil yang cerdik memerdayai Harimau. Ia berkata, jika Harimau melepaskannya, ia akan menghadiahi Harimau sabuk Nabi Sulaiman. Katanya, sabuk itu bisa membuat si pemakai jadi amat perkasa. Harimau ragu-ragu tapi mau juga melepaskan Kancil. Kancil mengajak ke ular besar yang sedang melingkar tidur. Melihat Ular, Harimau sudah waswas, ragu-ragu, kenapa sabuk itu seperti ular. Tapi Kancil meyakinkan bahwa sabuk Nabi Sulaiman memang seperti itu. Ketika Harimau melilitkan Ular ke tubuhnya, Ular terbangun. Ia merasa tidurnya terganggu. Begitu melihat Harimau sedang mengangkat tubuhnya, dia pun marah. Harimau berteriak kaget, ternyata ia benar-benar tertipu oleh Kancil. Sementara itu, Kancil sudah lari entah ke mana.

Si Cerdik Kancil: Gajah dan Semut

By : Imedia9.net


Judul: Si Cerdik Kancil: Gajah dan Semut
Penulis: Heru Yuwono
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan pertama tahun 2005


Suatu hari tak sengaja Gajah menginjak sarang Semut sampai hancur. Semut marah sekali. Ia lalu membalas dendam. Diam-diam ia merambat ke tubuh Gajah, lalu masuk ke telinganya. Semut lalu menggigit bagian dalam telinga Gajah. Tentu saja Gajah kesakitan. Rusa yang bertemu dengannya tak mampu membujuk Semut keluar dari telinga Gajah, begitu pun Jerapah dan Harimau. Akhirnya Semut baru mau keluar dari telinga Gajah setelah Kancil menjanjikan akan memberi makanan kesukaan Semut, yaitu gula. Gajah dan Semut saling meminta maaf, dan Gajah berjanji akan membantu Semut membangun sarangnya lagi. Sejak itu ketiga binatang itu bersahabat.

Si Cerdik Kancil: Harimau dan Buaya

By : Imedia9.net



Judul: Si Cerdik Kancil: Harimau Dan Buaya
Penulis: Heru Yuwono
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan pertama tahun 2005


Harimau sangat geram pada Kancil. Ia terus memburu Kancil. Suatu ketika Kancil sampai di tepi sungai. Ia berpikir bagaimana cara menyeberangi sungai tersebut. Sementara itu, Buaya senang melihat Kancil, artinya dia mendapat santapan lezat hari itu. Namun Kancil berkata bahwa ia datang ke sungai itu untuk menghitung jumlah buaya di sana. Ia akan membagikan daging kepada mereka. Kancil meminta buaya-buaya di sungai itu berjajar sepanjang lebar sungai, ia akan menghitung mereka. Setelah buaya-buaya itu berjejer, Kancil melompati mereka satu per satu sambil menghitung. Ketika sampai pada buaya kesembilan belas, Kancil sudah tiba di tepi seberang sungai. Kancil lalu berkata daging yang hendak diberikan sudah cukup, tapi ia titipkan pada Harimau yg sebentar lagi tiba. Ia sendiri harus pergi karena ada urusan lain. Jadi, waktu Harimau datang, buaya-buaya itu menagih janji. Harimau kesal, buruannya lepas, ia malah dicecar buaya-buaya.

- Copyright © Kiky Si Kancil - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -