Wallpaper Kancil Saga
By : Imedia9.net
Yeey! Setelah menunggu selama berabad-abad akhirnya 1st official wallpaper Kancil Saga akhirnya rilis juga, hehehe. Oke, rada lebay sih. Tapi nggak apa-apalah. Namanya juga orang yang lagi seneng. Wallpaper ini digambarin sama mas Novian Rivai dan di edit secukuplah oleh saya yang emang lagi senang edit-editan gambar, hehehe. Wallpapernya sendiri dikasih tagline yang juga membuat editor saya, mbak Pradikha terpukau (aduh, bahasanya). Legenda besar berawal dari sesuatu yang kancil, eh... kecil! Inspirasi dari taglinenya sendiri udah jelas dong dari siapa? Masa nggak tahu? Itu dari taglinenya The Hobbit kepunyaan mbah Tolkien yang bunyinya: From The Smallest Beginning, Comes The Greatest Legend. Wallpaper ini menceritakan dua buah kubu yang saling berperang dan trio Kiky si kancil yang terjebak di tengah2. Oh ya, buat anda semua yang nggak siapa saja mereka, sini gue jelasin, satu per satu.
Yang pertama adalah kubu kiri, atau kubunya Putri Aurina. Ia adalah pewaris tahta kerajaan Dongeon yang sah. Di bantu sama Penasihat Olaf, Raja Mustafa si singa, si kembar Hansen dan Jansen juga burung garuda dan kuda sembrani.
Sementara itu di kubu kanan, adalah kubunya tiga ratu penyihir yang merupakan bibinya Putri Aurina. Mereka adalah Ratu Morgina, Ratu Lucinda, dan Ratu Ishika. Sementara yang serigala itu adalah Raja Raksha, yang mukanya pucat kek zombie adalah Jenderal Paul, dan naga yang hijau itu adalah para naga yang membela penyihir.

Sisanya, nggak lain dan nggak bukan adalah trio Laskar Mustafa: Kiky si kancil, Wong si monyet dan Kumar si burung kakaktua. Mereka memang hanyalah binatang-binatang kecil. Tapi jangan salah. Mereka jugalah penentu hasil dalam pertempuran besar di kerajaan Dongeon nanti.
Bagaimana? Seru kan? Baru wallpapernya aja udah ciamik begini. Bagaimana kalau bukunya udah keluar nanti? Tungguin ajalah. Yang pasti bakalan heboh dan super kereeen! Go, Kiky! Goo!
Yang pertama adalah kubu kiri, atau kubunya Putri Aurina. Ia adalah pewaris tahta kerajaan Dongeon yang sah. Di bantu sama Penasihat Olaf, Raja Mustafa si singa, si kembar Hansen dan Jansen juga burung garuda dan kuda sembrani.
Sementara itu di kubu kanan, adalah kubunya tiga ratu penyihir yang merupakan bibinya Putri Aurina. Mereka adalah Ratu Morgina, Ratu Lucinda, dan Ratu Ishika. Sementara yang serigala itu adalah Raja Raksha, yang mukanya pucat kek zombie adalah Jenderal Paul, dan naga yang hijau itu adalah para naga yang membela penyihir.

Sisanya, nggak lain dan nggak bukan adalah trio Laskar Mustafa: Kiky si kancil, Wong si monyet dan Kumar si burung kakaktua. Mereka memang hanyalah binatang-binatang kecil. Tapi jangan salah. Mereka jugalah penentu hasil dalam pertempuran besar di kerajaan Dongeon nanti.
Bagaimana? Seru kan? Baru wallpapernya aja udah ciamik begini. Bagaimana kalau bukunya udah keluar nanti? Tungguin ajalah. Yang pasti bakalan heboh dan super kereeen! Go, Kiky! Goo!
Tag :
Kancil Saga,
Kancil Saga Update
By : Imedia9.net
Oke. Saya tahu mungkin ini kedengerannya akan sangat mengecewakan kepada para penggemar saya (ehm! hehehe), yang sudah dengan sangat setia menantikan akan seperti apa sih jadinya cerita si Kancil versi Saga ini. Dengan berat hati harus saya sampaikan jika anda semua harus bersabar lagi karena untuk ketiga kalinya, konsep naskah Kancil Saga diubah! Yeey! Ucapan terima kasih dilayangkan kepada R.D Villam, senior sekaligus mentor saya, yang telah memberikan pandangannya terhadap konsep naskah tersebut. Hal ini mengingatkan saya pada satu kata-kata bijak: "Lebih baik terlambat dalam mematangkan rencana, daripada tergesa-gesa hanya untuk mengulanginya lagi."
Dalam postingan ini, sekaligus untuk memperingati hampir-setahunnya proyek Kancil Saga, maka saya akan coba membahas transformasi proyek ini sejak dirintis awal Juli tahun 2012 yang lalu. Mangga take a look!
1. Konsep Parody Harry Potter
Sejak pertama kali dirintis, proyek Kancil Saga dimaksudkan untuk menghapus image buruk yang sudah terlanjur melekat pada diri si Kancil. Rada sulit melakukannya karena cap Si Pencuri Ketimun itu sudah kadung melekat pada sosok si Kancil. Cara terbaik untuk mengeliminasi hal itu adalah dengan "menumpangkan" nama si Kancil pada sosok lain yang lebih terkenal. Yang kepikiran waktu itu adalah Harry Potter. Kenapa herpot? Karena gue emang suka sama herpot. Kenapa? Masalah buat lo? Kiky si Kancil versi awal gue gambar sendiri sampe berdarah-darah. Ini dia hasilnya:
Tambahan: Oh ya, gue lupa. Kancil Saga sekarang udah punya soundtrack loh! Buat yang belum denger, ayo buruan di klik: https://soundcloud.com/roedavan/kancil-saga-kiky-si-kancil
Dalam postingan ini, sekaligus untuk memperingati hampir-setahunnya proyek Kancil Saga, maka saya akan coba membahas transformasi proyek ini sejak dirintis awal Juli tahun 2012 yang lalu. Mangga take a look!
1. Konsep Parody Harry Potter
Sejak pertama kali dirintis, proyek Kancil Saga dimaksudkan untuk menghapus image buruk yang sudah terlanjur melekat pada diri si Kancil. Rada sulit melakukannya karena cap Si Pencuri Ketimun itu sudah kadung melekat pada sosok si Kancil. Cara terbaik untuk mengeliminasi hal itu adalah dengan "menumpangkan" nama si Kancil pada sosok lain yang lebih terkenal. Yang kepikiran waktu itu adalah Harry Potter. Kenapa herpot? Karena gue emang suka sama herpot. Kenapa? Masalah buat lo? Kiky si Kancil versi awal gue gambar sendiri sampe berdarah-darah. Ini dia hasilnya:
Ya, gue tahu. Gambarnya memang jelek. Udah mah nyontek gambar punya orang, jelek lagi! Emang dasar nggak ada bakat gambar gua! Tapi yang paling penting adalah, bekas luka di keningnya/ Aha! Bekas luka itulah yang pengin gue pake untuk mengubah image si Kancil biar ga lagi identik dengan si pencuri ketimun melainkan sebagai Si Kancil Sang Pembantai... eh eta mah si Batosai atuh. Maksudnya, si Kancil Yang Bertahan Hidup.
Menyadari kalau gambar gue jelek, gue pun coba cari ilustrator. Ucapan terima kasih disampaikan untuk bang Yohan Power - salah satu ilustrator Vandaria Saga yang telah memperkenalkan gue dengan Okky Alpucat Ariani. Dialah yang menggambar ulang Kiky si kancil menjadi seperti ini (dalam versi asli dan versi yang udah gue warnain ulang):
Bekas luka yang fenomenal itu menuai protes, serta caci maki dari banyak pihak. Sebuah protes yang memang saya tunggu. Karena ada misi tersembunyi di balik bekas luka legendaris itu. Akhirnya dari 15 naskah yang saya kirim ke berbagai penerbit, hanya 2 penerbita saja yang tertarik dengan konsep kancil yang baru ini. Yaitu penerbit BA dan KPG. Karena satu dan lain hal, saya memutuskan untuk berpartner dengan tim KPG dan mengubah wujud Kiky Si Kancil (sementara) menjadi seperti ini:
Bekas luka karena cakaran harimau yang memang menjadi tujuan awal saya sejak naskah ini pertama kali dibuat. Pada bulan November 2012, naskah Kiky Si Kancil pun memulai babak baru.
2. Konsep Trilogi & Dunia Sihir
Alih-alih menggunakan konsep 7 serial buku, editor saya yang baik, mbak Ratna mengusulkan untuk membuat trilogi saja. Biar terlihat keren, mantap dan luar biasa mengguncang dunia persilatan. Untuk melakukan itu, langkah pertama yang harus saya lakukan adalah membuat dunia. Benar sekali sodara-sodara. Mengekor senior saya yang lain, mas Ami Radiya yang sudah melaju kencang dengan Vandaria Saga-nya, saya mencoba membuat konsep shared-universe yang sama. Namun karena keterbatasan personil (just me, my keyboard and mouse) - gue pun terpaksa menggunakan konsep shared-paralel-universe. Sebuah konsep penggunaan dunia secara paralel dengan nama tempat yang sama, tapi dengan sejarah dan detil yang berbeda. Dunia fantasy gue itu gue namakan Dremina. Ini adalah bentuk awalnya:
Membuat sebuah trilogi high-fantasy bukanlah sesuatu yang mudah. Apalagi jika harus melakukan perawatan yang begitu mendetil pada seluruh wilayah. Lagian gua juga bukan seorang novelis yang jago-jago banget. Oleh karena itu, gue mencoba menyederhanakan pembahasan dan seting novel dengan hanya berkutat pada satu wilayah tertentu saja, yaitu negeri Dongeon. Ini adalah peta kondisi awalnya:
Sampai tahap ini, sebenarnya semua sudah berjalan dengan lancar. Hanya saja poin minus justru berada pada plot dan alur penceritaannya sendiri. Gue bener-bener kelabakan dalam menulis naskah Kancil Saga itu dan sempat frustasi karena nggak selesai-selesai. Dan ketika akhirnya beres, gue malah jadi merasa ada sesuatu yang salah pada naskah itu, tapi gue nggak tahu apa. Dan saat itulah saya meminta bantuan mas Villam, yang juga di acc langsung oleh mbak Ratna selakuk editor.
3. Konsep Laskar Mustafa
Dunia Dremina menjadi semakin matang seiring dengan berjalannya waktu. Dengan menggunakan software Gimp versi 2, gue dengan bersusah payah dan berdarah-darah akhirnya berhasil membuat ulang situasi dan kondisi dunia Dremina. Satu hal yang tentunya bakalan mempermudah gue juga dalam menulis cerita nantinya. Here you go!
Gue juga berhasil menggambar ulang negeri utama tempat terjadinya kisah Kancil Saga ini yaitu Dongeon. Sebuah negeri yang berasal dari plesetan kata Dongeng.
Dalam konsep Kancil Saga yang ketiga, penceritaan akan menitikberatkan pada peran Laskar Mustafa sebagai salah satu laskar binatang di Dongeon. Dalam konsep sebelumnya, gue bener-bener keteteran waktu harus membuat deskripsi soal Goa Raungan Suci yang menjadi markas Laskar Mustafa. Tapi sekarang lain ceritanya (mudah-mudahan sih) karena gue pun telah berhasil membuat peta Hutan Buas dan Goa Raungan Suci.
Sebenernya masih banyak hal lain yang pengin gue bahas di sini. Yaitu masalah Laskar Mustafa sendiri, hukum yang berlaku di antara tiga kerajaan binatang, sampai sistem sihir di Dongeon 9yang juga pernah ditanyain sama salah satu temen kantor gue). Tapi soal itu nanti gue bahas di postingan lain aja kali ya, hehehe. Bye!
Tambahan: Oh ya, gue lupa. Kancil Saga sekarang udah punya soundtrack loh! Buat yang belum denger, ayo buruan di klik: https://soundcloud.com/roedavan/kancil-saga-kiky-si-kancil
Tag :
Diary,
Another Partner: Dee Coffee
By : Imedia9.net
Akhirnya ketemu juga. Setelah kurulang kuruling ke sana kemari kaditu kadieu untuk mencari anak band yang bisa diajak kerja sama untuk membuatkan soundtrack Kancil Saga, akhirnya ketemu juga. Adalah Dee Coffee, sebuah band beraliran Pop Alternative yang dimotori oleh Uki (Vocal), Galih (Bass) dan Teguh (Lead Guitar). Mau mengenal mereka lebih dekat? Berikut adalah beberapa foto Dee Coffee yang berhasil gue colong secara seksama dari mas Galih sang bassis.
Dee Coffee formasi pertama
Dee Coffee formasi kedua
Dee Coffee formasi ketiga
Dee Coffee dan kru
Welcome to the Jungle, brother!
Tag :
Diary,
Sound Track Kiky Si Kancil
By : Imedia9.net
Sound track perdana Kancil Saga akhirnya rilis! Yes! Thanks berat buat temen-temen dari DeeCoffee yang sudah berjuang keras untuk membuat soundtrack perdana ini. Hasilnya ruarrr biasa! Mudah-mudahan soundtrack ini bisa menjadi awal "bangkitnya" tokoh si Kancil yang lebih "bersemangat". Seperti juga ritme lagunya yang full of spirit, hehehe. Go, Kiky, Goooo!! Soundtracknya sendiri sudah bisa didengar di Sound Cloud. Check this out, guys! https://soundcloud.com/roedavan/kancil-saga-kiky-si-kancil
Personil DeeCoffe:
Vocal: Uki
Bass: Galih
Lead Guitar: Teguh
Rhytm: Fajri
Drum: Ridwan
Personil DeeCoffe:
Vocal: Uki
Bass: Galih
Lead Guitar: Teguh
Rhytm: Fajri
Drum: Ridwan
Tag :
Soundtrack,
First Meet: Gunung Batu Enterprise
By : Imedia9.netNyasar! Itulah kesan pertama yang gue dapatkan saat berusaha mengunjungi markas besar Gunung Batu Enterprise, sebuah studio animasi terkemuka di Bandung. Alamat di webnya mah jelas di Jln Sukanegara 62, tapi kang Sugeng ngasih alamat no 54. Ini teh kumaha sih? Saha anu salah? Akhirnya setelah kucluk-kucluk dan kurulang-kuruling ga jelas, saya pun berhasil sampai di markas pertama yang berada di alamat 54. Loh? Markas pertama? Iya bro, ternyata GBE itu punya dua markas yang lokasinya deketan. Sedeket kami berdua, hehehe.
Yang sebelah kanan gue itu namanya Sugeng, tapi lebih terkenal dengan nama Mang Ugeng. Sang animator 3D legendaris yang sekaligus merupakan pendiri Gunung Batu Enterprise. Mang Ugeng ini juga merupakan salah satu pelopor penggunaan Blender, software 3D open source, untuk digunakan dalam pembuatan film-film atau proyek 3D.
Gue nyampe markas GBE kurang lebih jam 9an. Dan sesuai dugaan gue semula (biar pun gue bukan seorang peramal, hehehe) poster pertama yang langsung nongol di depan ruang tunggu adalah poster ini:
Gue juga tadi sempet ngintip whiteboard dan ngeliat jadual penyelesaian serial Menggapai Bintang 2 yang ternyata dikerjakan oleh beberapa grup. Masing-masing grup sendiri terdiri dari beberapa animator muda berbakat yang jago-jagooo! Gue juga sempet jeprat-jepret nih beberapa kegiatan para animator di TKP yang terbagi ke dalam beberapa grup. Cekidot!
Kelihatan nggak? Teksturnya detiiiil banget. So realistik dan beda banget dengan apa yang gue lihat di serial Menggapai Langit. Selidik punya selidik, serial itu "hanyalah" salah satu dari sekian banyak proyek yang sedang dikerjakan oleh GBE. Dan seperti penuturan kang Dani , "Waktu pembuatan, biaya serta kualitas itu berbanding lurus!"
Sumpah dah gue pengin ngakak pas lihat gambar ini. Gambar jembatan bambu reyot versi 3D yang asliiii reyot banget. Keren nih yang bikinnya.
Gue juga sempat di ajak ngintip ke ruangannya mas Dani sang Ilusionist eh salah, sang ilustrator. Dan sempat ngejepret beberapa hasil gambarnya yang unyu-unyu!
Sengaja gue potret rada jauh karena ingin "merahasiakan" sebuah proyek besar yang kini sedang digarap oleh GBE. Sebuah proyek yang bikin gue terbelalak dan berkata: "Euleuh... euleuh... Bandung pisan ieu mah euy!" Yap! Proyek yang sedang dibuat oleh GBE memang berkaitan erat dengan seniman legendaris kelahiran Bandung yang akan dibuatkan dalam versi 3Dnya. Siapakah dia? Hei... hei... siapa dia? Rahasia ah! Wkwkwkwkw
Duduk di kursinya kang Dani berasa jadi seorang ilustrator handal euy! Jadi penasaran, kira-kira book trailer Kancil Saga yang nanti bakal dibuat bakal kayak apa ya? Bocorannya sih akan dibuat dalam bentuk se-unyu mungkin. Soalnya kancil kan binatang yang lucu. Jadi bentuk 3Dnya juga pasti unyu. *terus gue mesti ngompol sampai bilang wow gitu?*
Yang jelas, kunjungan pertama gue ke studio GBE ini bener-bener Ruarrr biasa! Terima kasih yang sebanyak-banyaknya buat kang Sugeng, kang Andri, kang Dani dan seluruh tim GBE yang bersedia untuk ngebantuin Kancil Saga.
Semoga kita bisa sukses bersama! Maju terus dunia Animasi Indonesia! Aamiin.
Yang sebelah kanan gue itu namanya Sugeng, tapi lebih terkenal dengan nama Mang Ugeng. Sang animator 3D legendaris yang sekaligus merupakan pendiri Gunung Batu Enterprise. Mang Ugeng ini juga merupakan salah satu pelopor penggunaan Blender, software 3D open source, untuk digunakan dalam pembuatan film-film atau proyek 3D.
Gue nyampe markas GBE kurang lebih jam 9an. Dan sesuai dugaan gue semula (biar pun gue bukan seorang peramal, hehehe) poster pertama yang langsung nongol di depan ruang tunggu adalah poster ini:
Gue juga tadi sempet ngintip whiteboard dan ngeliat jadual penyelesaian serial Menggapai Bintang 2 yang ternyata dikerjakan oleh beberapa grup. Masing-masing grup sendiri terdiri dari beberapa animator muda berbakat yang jago-jagooo! Gue juga sempet jeprat-jepret nih beberapa kegiatan para animator di TKP yang terbagi ke dalam beberapa grup. Cekidot!
Gue juga sempat di ajak ngintip ke ruangannya mas Dani sang Ilusionist eh salah, sang ilustrator. Dan sempat ngejepret beberapa hasil gambarnya yang unyu-unyu!
Duduk di kursinya kang Dani berasa jadi seorang ilustrator handal euy! Jadi penasaran, kira-kira book trailer Kancil Saga yang nanti bakal dibuat bakal kayak apa ya? Bocorannya sih akan dibuat dalam bentuk se-unyu mungkin. Soalnya kancil kan binatang yang lucu. Jadi bentuk 3Dnya juga pasti unyu. *terus gue mesti ngompol sampai bilang wow gitu?*
Yang jelas, kunjungan pertama gue ke studio GBE ini bener-bener Ruarrr biasa! Terima kasih yang sebanyak-banyaknya buat kang Sugeng, kang Andri, kang Dani dan seluruh tim GBE yang bersedia untuk ngebantuin Kancil Saga.
Semoga kita bisa sukses bersama! Maju terus dunia Animasi Indonesia! Aamiin.
Tag :
Diary,
Kiky Si Kancil The Series?
By : Imedia9.net
Kemaren gue baru aja bertemu dengan kang Andri dan kang Sugeng dari Gunung Batu Enterprise (GBE) untuk membahas kemungkinan dibuatnya Kancil Saga dalam bentuk film animasi. Sebuah kejutan yang menyenangkan karena ternyata GBE, studionya kang Sugeng itu ternyata merupakan studio animasi yang juga menggarap serial Menggapai Langit. Rasanya gue pernah membahas soal animasi dengan tokoh utama anak-anak smp ini. Baca deh: http://blogtutorial-blender.blogspot.com/2012/11/serial-animasi-pendidikan.html
Menurut penuturan kang Sugeng kemarin, jumlah studio animasi di Indonesia memang baru sedikit. Baru sekitar 40an studio itu pun dengan jumlah karyawan yang masih bisa dihitung dengan jari. Hanya sedikit sekali yang sudah 'mapan' dengan memiliki jumlah animator yang memadai. Mapan dalam tanda kutip memang, karena industri animasi di Indonesia ternyata masih dianggap sebagai bisnis yang high-risk oleh para investor. Berbanding terbalik dengan industri sinetroniah yang tumbuh subur, makmur, sejahtera tralala.
Gunung Batu Enterprise sendiri tidak murni bergerak di animasi. Perusahaan ini harus melebarkan sayapnya ke berbagai bidang agar tetap dapat bertahan hidup di tengah pesimisnya dunia bisnis Indonesia terutama di bidang film animasi. Berikut curiclum vitae dari Gunung Batu Enterprise:
Sejarah GBE Studio
Nama "Gunung Batu" diambil dari nama tempat lahirnya GBE Studio pada tahun 2007. yaitu sebuah daerah bernama gunung batu yang berada di barat kota Bandung. Sedangkan "Enterprise" adalah untuk menggambarkan keahlian dan kemampuan kami yang meliputi banyak bidang. Seperti: Animasi, film making, Visual FX, Multimedia interaktif, Game, Simulator, web technology, E-learning, dll.
Misi dan Visi GBE Studio
Misi: menciptakan sebuah karya yang bisa membanggakan semua orang.
Visi: Menjadikan tempat kami sebagai Rumah Produksi atau Studio Besar yang menghasilkan karya menarik, menghibur dan mengedukasi.
Produk
2007: Citarum (Sosialisi 3d Animation), Global Warming (Sosialisi 3d Animation), Bahasa Inggris (Media Pembelajaran)
2010: Flexinema (Video Presentation), CBT Tambang Batubara(Content Elearning), Elearning FFI (Elearning System Moodle)
2011: Kun Fa Yakun (Film Animasi 4D ), Menggapai Bintang 2011 (Serial Animation), Pijar Nusantara (Media Pembelajaran)
2012: BPPD Jawabarat (Film Animasi + Multimedia Interaktif), Taro Promo (TVC), Bebelac (TVC), Menggapai Bintang 2012 (Serial Animation), Alif& Momo (Visual FX + Compositing), TNP2K (Film Dokumenter), Palagan Ambarawa(3D Animation)
Website
http://gunungbatu.co.id/
Pertemuan kemarin baru merupakan awal. Gue berharap itu merupakan awal yang baik. Langkah selanjutnya adalah mencari investor untuk mendanai proyek Kancil Saga The Animation. Tentu saja membuat sebuah film layar lebar animasi 3D mungkin menjadi cita-cita yang terlalu tinggi (kecuali yang danain Pixar, hehehe). Jadi yang paling mungkin bisa dilakukan adalah membuat serial Kiky Si Kancil.
Kenapa eh kenapa kudu the series? Karena eh karena menurut hukum jual-beli pasar di Indonesia dan pertimbangan para investor, sebuah film seri akan jauh lebih menguntungkan daripada film layar lebar. Resiko bisa diturunkan, manisnya hidup kita yang tentukan. Loh? Kok malah jadi iklan? Anyway, looking forward for Kancil Saga: Kiky Si Kancil The Series. Wish me luck okay? Semoga bisa dapat investor yang baik. Aamiin.
Menurut penuturan kang Sugeng kemarin, jumlah studio animasi di Indonesia memang baru sedikit. Baru sekitar 40an studio itu pun dengan jumlah karyawan yang masih bisa dihitung dengan jari. Hanya sedikit sekali yang sudah 'mapan' dengan memiliki jumlah animator yang memadai. Mapan dalam tanda kutip memang, karena industri animasi di Indonesia ternyata masih dianggap sebagai bisnis yang high-risk oleh para investor. Berbanding terbalik dengan industri sinetroniah yang tumbuh subur, makmur, sejahtera tralala.
Gunung Batu Enterprise sendiri tidak murni bergerak di animasi. Perusahaan ini harus melebarkan sayapnya ke berbagai bidang agar tetap dapat bertahan hidup di tengah pesimisnya dunia bisnis Indonesia terutama di bidang film animasi. Berikut curiclum vitae dari Gunung Batu Enterprise:
Sejarah GBE Studio
Nama "Gunung Batu" diambil dari nama tempat lahirnya GBE Studio pada tahun 2007. yaitu sebuah daerah bernama gunung batu yang berada di barat kota Bandung. Sedangkan "Enterprise" adalah untuk menggambarkan keahlian dan kemampuan kami yang meliputi banyak bidang. Seperti: Animasi, film making, Visual FX, Multimedia interaktif, Game, Simulator, web technology, E-learning, dll.
Misi dan Visi GBE Studio
Misi: menciptakan sebuah karya yang bisa membanggakan semua orang.
Visi: Menjadikan tempat kami sebagai Rumah Produksi atau Studio Besar yang menghasilkan karya menarik, menghibur dan mengedukasi.
Produk
2007: Citarum (Sosialisi 3d Animation), Global Warming (Sosialisi 3d Animation), Bahasa Inggris (Media Pembelajaran)
2010: Flexinema (Video Presentation), CBT Tambang Batubara(Content Elearning), Elearning FFI (Elearning System Moodle)
2011: Kun Fa Yakun (Film Animasi 4D ), Menggapai Bintang 2011 (Serial Animation), Pijar Nusantara (Media Pembelajaran)
2012: BPPD Jawabarat (Film Animasi + Multimedia Interaktif), Taro Promo (TVC), Bebelac (TVC), Menggapai Bintang 2012 (Serial Animation), Alif& Momo (Visual FX + Compositing), TNP2K (Film Dokumenter), Palagan Ambarawa(3D Animation)
Website
http://gunungbatu.co.id/
Pertemuan kemarin baru merupakan awal. Gue berharap itu merupakan awal yang baik. Langkah selanjutnya adalah mencari investor untuk mendanai proyek Kancil Saga The Animation. Tentu saja membuat sebuah film layar lebar animasi 3D mungkin menjadi cita-cita yang terlalu tinggi (kecuali yang danain Pixar, hehehe). Jadi yang paling mungkin bisa dilakukan adalah membuat serial Kiky Si Kancil.
Kenapa eh kenapa kudu the series? Karena eh karena menurut hukum jual-beli pasar di Indonesia dan pertimbangan para investor, sebuah film seri akan jauh lebih menguntungkan daripada film layar lebar. Resiko bisa diturunkan, manisnya hidup kita yang tentukan. Loh? Kok malah jadi iklan? Anyway, looking forward for Kancil Saga: Kiky Si Kancil The Series. Wish me luck okay? Semoga bisa dapat investor yang baik. Aamiin.
Tag :
Diary,



























