Popular Post

Archive for January 2013

First Meet: Gunung Batu Enterprise

By : Imedia9.net
Nyasar! Itulah kesan pertama yang gue dapatkan saat berusaha mengunjungi markas besar Gunung Batu Enterprise, sebuah studio animasi terkemuka di Bandung. Alamat di webnya mah jelas di Jln Sukanegara 62, tapi kang Sugeng ngasih alamat no 54. Ini teh kumaha sih? Saha anu salah? Akhirnya setelah kucluk-kucluk dan kurulang-kuruling ga jelas, saya pun berhasil sampai di markas pertama yang berada di alamat 54. Loh? Markas pertama? Iya bro, ternyata GBE itu punya dua markas yang lokasinya deketan. Sedeket kami berdua, hehehe.


Yang sebelah kanan gue itu namanya Sugeng, tapi lebih terkenal dengan nama Mang Ugeng. Sang animator 3D legendaris yang sekaligus merupakan pendiri Gunung Batu Enterprise. Mang Ugeng ini juga merupakan salah satu pelopor penggunaan Blender, software 3D open source, untuk digunakan dalam pembuatan film-film atau proyek 3D.
Gue nyampe markas GBE kurang lebih jam 9an. Dan sesuai dugaan gue semula (biar pun gue bukan seorang peramal, hehehe) poster pertama yang langsung nongol di depan ruang tunggu adalah poster ini:

Gue juga tadi sempet ngintip whiteboard dan ngeliat jadual penyelesaian serial Menggapai Bintang 2 yang ternyata dikerjakan oleh beberapa grup. Masing-masing grup sendiri terdiri dari beberapa animator muda berbakat yang jago-jagooo! Gue juga sempet jeprat-jepret nih beberapa kegiatan para animator di TKP yang terbagi ke dalam beberapa grup. Cekidot!




Kelihatan nggak? Teksturnya detiiiil banget. So realistik dan beda banget dengan apa yang gue lihat di serial Menggapai Langit. Selidik punya selidik, serial itu "hanyalah" salah satu dari sekian banyak proyek yang sedang dikerjakan oleh GBE. Dan seperti penuturan kang Dani , "Waktu pembuatan, biaya serta kualitas itu berbanding lurus!"


Sumpah dah gue pengin ngakak pas lihat gambar ini. Gambar jembatan bambu reyot versi 3D yang asliiii reyot banget. Keren nih yang bikinnya.
Gue juga sempat di ajak ngintip ke ruangannya mas Dani sang Ilusionist eh salah, sang ilustrator. Dan sempat ngejepret beberapa hasil gambarnya yang unyu-unyu!



Sengaja gue potret rada jauh karena ingin "merahasiakan" sebuah proyek besar yang kini sedang digarap oleh GBE. Sebuah proyek yang bikin gue terbelalak dan berkata: "Euleuh... euleuh... Bandung pisan ieu mah euy!" Yap! Proyek yang sedang dibuat oleh GBE memang berkaitan erat dengan seniman legendaris kelahiran Bandung yang akan dibuatkan dalam versi 3Dnya. Siapakah dia? Hei... hei... siapa dia? Rahasia ah! Wkwkwkwkw


Duduk di kursinya kang Dani berasa jadi seorang ilustrator handal euy! Jadi penasaran, kira-kira book trailer Kancil Saga yang nanti bakal dibuat bakal kayak apa ya? Bocorannya sih akan dibuat dalam bentuk se-unyu mungkin. Soalnya kancil kan binatang yang lucu. Jadi bentuk 3Dnya juga pasti unyu. *terus gue mesti ngompol sampai bilang wow gitu?*
Yang jelas, kunjungan pertama gue ke studio GBE ini bener-bener Ruarrr biasa! Terima kasih yang sebanyak-banyaknya buat kang Sugeng, kang Andri, kang Dani dan seluruh tim GBE yang bersedia untuk ngebantuin Kancil Saga.

Semoga kita bisa sukses bersama! Maju terus dunia Animasi Indonesia! Aamiin.




Tag : ,

Kiky Si Kancil The Series?

By : Imedia9.net
Kemaren gue baru aja bertemu dengan kang Andri dan kang Sugeng dari Gunung Batu Enterprise (GBE) untuk membahas kemungkinan dibuatnya Kancil Saga dalam bentuk film animasi. Sebuah kejutan yang menyenangkan karena ternyata GBE, studionya kang Sugeng itu ternyata merupakan studio animasi yang juga menggarap serial Menggapai Langit. Rasanya gue pernah membahas soal animasi dengan tokoh utama anak-anak smp ini. Baca deh: http://blogtutorial-blender.blogspot.com/2012/11/serial-animasi-pendidikan.html
 
Menurut penuturan kang Sugeng kemarin, jumlah studio animasi di Indonesia memang baru sedikit. Baru sekitar 40an studio itu pun dengan jumlah karyawan yang masih bisa dihitung dengan jari. Hanya sedikit sekali yang sudah 'mapan' dengan memiliki jumlah animator yang memadai. Mapan dalam tanda kutip memang, karena industri animasi di Indonesia ternyata masih dianggap sebagai bisnis yang high-risk oleh para investor. Berbanding terbalik dengan industri sinetroniah yang tumbuh subur, makmur, sejahtera tralala.

Gunung Batu Enterprise sendiri tidak murni bergerak di animasi. Perusahaan ini harus melebarkan sayapnya ke berbagai bidang agar tetap dapat bertahan hidup di tengah pesimisnya dunia bisnis Indonesia terutama di bidang film animasi. Berikut curiclum vitae dari Gunung Batu Enterprise:

Sejarah GBE Studio

Nama "Gunung Batu" diambil dari nama tempat lahirnya GBE Studio pada tahun 2007. yaitu sebuah daerah bernama gunung batu yang berada di barat kota Bandung. Sedangkan "Enterprise" adalah untuk menggambarkan keahlian dan kemampuan kami yang meliputi banyak bidang. Seperti: Animasi, film making, Visual FX, Multimedia interaktif, Game, Simulator, web technology, E-learning, dll.

Misi dan Visi GBE Studio

Misi: menciptakan sebuah karya yang bisa membanggakan semua orang.

Visi: Menjadikan tempat kami sebagai Rumah Produksi atau Studio Besar yang menghasilkan karya menarik, menghibur dan mengedukasi.

Produk
2007: Citarum (Sosialisi 3d Animation), Global Warming (Sosialisi 3d Animation), Bahasa Inggris (Media Pembelajaran)
2010: Flexinema (Video Presentation), CBT Tambang Batubara(Content Elearning), Elearning FFI (Elearning System Moodle)
2011: Kun Fa Yakun (Film Animasi 4D ), Menggapai Bintang 2011 (Serial Animation), Pijar Nusantara (Media Pembelajaran)
2012: BPPD Jawabarat (Film Animasi + Multimedia Interaktif), Taro Promo (TVC), Bebelac (TVC), Menggapai Bintang 2012 (Serial Animation), Alif& Momo (Visual FX + Compositing), TNP2K (Film Dokumenter), Palagan Ambarawa(3D Animation)

Website
http://gunungbatu.co.id/

Pertemuan kemarin baru merupakan awal. Gue berharap itu merupakan awal yang baik. Langkah selanjutnya adalah mencari investor untuk mendanai proyek Kancil Saga The Animation. Tentu saja membuat sebuah film layar lebar animasi 3D mungkin menjadi cita-cita yang terlalu tinggi (kecuali yang danain Pixar, hehehe). Jadi yang paling mungkin bisa dilakukan adalah membuat serial Kiky Si Kancil. 



Kenapa eh kenapa kudu the series? Karena eh karena menurut hukum jual-beli pasar di Indonesia dan pertimbangan para investor, sebuah film seri akan jauh lebih menguntungkan daripada film layar lebar. Resiko bisa diturunkan, manisnya hidup kita yang tentukan. Loh? Kok malah jadi iklan? Anyway, looking forward for  Kancil Saga: Kiky Si Kancil The Series. Wish me luck okay? Semoga bisa dapat investor yang baik. Aamiin.



Tag : ,

- Copyright © Kiky Si Kancil - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -