Popular Post

Archive for 2013

Kancil Saga 1st Trailer

By : Imedia9.net
Yiihhaaaa! Setelah berjuang keras selama 3 hari 3 malam, trailer perdana Kancil Saga akhirnya diriliis! Coba tebak berapa durasinya? 30 detik. Serius. Gue ngerjainnya sampai tiga hari dan durasinya cuma 30 detik lebih dikit. Geje ya? Sekedar informasi gue bikin trailer ini pake Gimp,Blender dan segudang tutorial yang gue donlot dari internet. Maklum, gue masih rada cupu sih skill blendernya, hehehe.
Waktu pertama kali gue bikin franchise Kiky Si Kancil (waktu itu temanya masih parodi Harry Potter), gue pernah bikin trailer pake Windows Movie Maker. Hasilnya sih rada geje. Cuma cuplikan dari beberapa gambar gitu, terus dikasih efek putih-putih, dan sound effect yang juga geje. Hasilnya pernah gue aplod di youtube tapi lupa akunnya, so... forget itu. Udah nggak jelas kok itu. Meski trailer itu merupakan salah satu tonggak bersejarah (halah) terciptanya Kancil Saga versi baru.
Kalau dulu waktu awal-awal, trailer Kiky Si Kancil itu 2D, sekarang biar rada keren sedikit, trailernya bernuansa 3D, hehehe. So, ladys and gentlemen, yang modis dan yang cemen, let me present you, the first and official Kancil Saga's trailer:
Gimana? Keren pan? Sebelum anda banyak bertanya, maka jawabannya dalah yes! Trailer ini memang meniru trailer The Hobbit (Tolkien) arahan Peter Jackson. Tolkien is really awesome!

Kiky Si Kancil Expansion

By : Imedia9.net
Konsep Transmedia Storytelling atau menjual produk ke dalam berbagai media seperti novel, komik, games dan film tampaknya memang telah menjadi tren untuk para penggiat industri kreatif, termasuk saya. Setelah melakukan perenungan dan pertapaan di gunung kidul (halah!) akhirnya per tanggal 1 November 2013, blog kancilsaga.blogspot.com secara resmi saya ganti namanya dan pindah ke alamat baru yaitu kikysikancil.blogspot.com. Hal ini sengaja dilakukan untuk memperlebar sekaligus memperluas lini kancilisasi, hehehe. Semua produk yang akan saya keluarkan nantinya akan bernaung di bawah franchise Kiky Si Kancil. Berikut beberapa di antaranya:

Kancil Parody

Merupakan kumpulan dari naskah-naskah bersejarah dan fenomenal (weits, bahasanya) karena naskah-naskah dan gambar pada seri Kancil Parody ini telah melanglangbuana ke berbagai penerbit dan... ditolak! Hehehe. Nggak tanggung-tanggung bro, naskah Kancil Parody sudah ditolak oleh lebih dari 15 penerbit. Meski pun begitu, naskah ini tetap merupakan naskah awal Kiky Si Kancil, sekaligus naskah pamungkas untuk mengubah mindset tentang "Sang Kancil" yang selama ini sudah terlanjur di cap buruk. Naskah Kancil Parody sendiri akan diterbitkan secara berkala di http://bobo.kidnesia.com dan dapat dibaca secara gratis oleh seluruh pembaca cilik di Indonesia.

Kancil Comic

Merupakan bagian dari sejarah awal Kiky Si Kancil dan ditujukan sebagai sarana promosi untuk memperkenalkan Kiky Si Kancil kepada komunitas komik online terbesar di Indonesia. Pada saat artikel ini dibuat, judul perdana Kancil Comic yang masih membawakan kisah dari Kancil Parody telah menembus 300 view lebih. Lumayan... lumayan...., hehehe.

Kancil Saga


Merupakan produk terbesar Kiky Si Kancil (untuk saat ini). Berada di bawah payung Kepustakaan Populer Gramedia dan siap menggebrak dunia persilatan. Kancil Saga rencananya akan dibuat dalam bentuk trilogi dan mengisahkan perjuangan Kiky dan teman-temannya, sesama anggota Laskar Mustafa untuk mengalahkan para penyihir jahat. Tunggu saja tanggal rilisnya, oke?!

Kancil Games
Merupakan bagian dari produk promosi yang akan mendukung Kancil Parody dan Kancil Saga. Untuk saat ini, pengerjaan software, coding dan etcnya masih saya pegang sendiri. Sambil mencari beberapa rekan dan mungkin, mahasiswa saya, yang bisa ikut membantu terbentuknya Kancil Games. Rencananya, untuk tahap awal game ini akan dibuat berbasis flash. Dukungan untuk IOS, Android dan mobile akan dipikirkan kemudian.

Kancil Animation Series

Merupakan bagian terambisius dari keseluruhan franchise Kiky Si Kancil. Meski sudah mendapat dukungan penuh dari Studio Animasi Gunung Batu Enterprise (studio yang juga menangani special efek Bima Satria Garuda), masalah investasinya soal lain. Perlu perjuangan yang sangat berat untuk meyakinkan pihak investor. Apalagi karena industri animasi tidak sama seperti industri sinetron yang sirkulasi perputaran modalnya berjalan sangat cepat. Butuh kesabaran, dan keyakinan tingkat tinggi untuk mewujudkannya. Meski pun begitu, saya sangat optimis akan dapat memperoleh investor yang mau membantu terciptanya seri animasi ini. Dare to dream! Dare to make it come true! Go! Kiky! Go!

Promosi Kancil Saga

By : Imedia9.net
Gue baru aja berhasil merampungkan naskah 1 Kancil Saga yang berjudul Kiky si Kancil & Laskar Mustafa. Dan sekarang, berdasarkan permintaan editor, gue lagi mencoba merampungkan naskah keduanya yang berjudul... itu dia, judulnya gue belum dapat, hahaha. Tapi kayaknya, gue bakalan kasih judul Kiky si Kancil & Darah Kuda Sembrani. Kenapa? Karena judul ini merupakan judul yang cukup di suka sama mbak Ratna, editor Kancil Saga yang pertama sebelum berpindah tangan ke mbak Pradikha. Nah, sambil nungguin si "ilham" dateng, gue sempat iseng-iseng bikinin komik promosi buat Kancil Saga. Penasaran bentuknya kayak apa? Ini dia!








Hehehe, gimana? Keren kan? Thanks to mas Dennis Saputra dan kang Novian Rivai yang sudah bekerja keras membuat gambar-gambar ini.
Tag : ,

Re-Telling Fairy Tales

By : Imedia9.net
Konsep Re-Telling Fairy Tales atau menceritakan kembali sebuah dongeng/kisah dalam bentuk atau kemasan yang lain sebenarnya bukanlah hal yang baru. Ada banyak alasan kenapa proses penceritaan ulang itu dilakukan. Misalnya karena dongeng yang diceritakan pengarang aslinya itu kelewat sadis, atau serem? (Cek cerita asli si kerudung merah yang neneknya dimakan serigala) Atau karena cerita aslinya malah bikin sedih nggak ketulungan dan bikin anak-anak yang baca malah nangis galau? (Cek cerita asli putri duyung yang akhirnya mati jadi buih dilautan) Atau karena ada masukan dari pihak-pihak tertentu yang ingin membawa dongeng tersebut ke sebuah media lain yang lebih wah, mewah, meriah dan bikin para investor bilang: wow!
Nggak perduli dengan reaksi buruk, caci maki, atau kritik pedas para kritikus, faktanya konsep ini terus dilakukan pelaku industri kreatif. Selain menggiurkan secara finansial, konsep ini juga secara tidak langsung telah memancing rasa ingin tahu sebagian pihak untuk mengetahui kisah aslinya, sebelum di re-tell. So, everybody is happy, I think. Well, except for the criticus.
Anyway, kalau gue pikir-pikir Kancil Saga sendiri sebenarnya merupakan sebuah produk Re-Telling Fairy Tales. Bener nggak? Bukankah selama ini orang-orang kalau denger nama Kancil pasti yang kepikiran adalah Pencuri Ketimun? Kenapa mereka nggak pernah berpikir sesuatu yang lain? Kenapa nggak Pencuri Tomat kek, Pencuri Jagung kek, atau Pencuri Stroberi kek apa gitu. Nggak. Setiap kali orang-orang denger kancil, otak mereka akan otomatis menyampaikan dua kata: Pencuri Ketimun. Thats it. Thats the end of story.
Itulah alasan kenapa gue bikin project ini. Kenapa gue (yang udah ditolak banyak penerbit) tetep ngotot pengin bikin Kancil Saga. Karena gue yakin, kisah si Kancil ini layak banget buat di re-tell. Layak banget buat dapat nafas baru yang lebih segar, dan dikemas dengan lebih wah, mewah dan meriah sampai bikin para pembaca bilang: wow! (bisa wow keren banget, atau wow ancur banget. Nggak apa-apalah, yang penting ada wow-nya)
Beberapa bulan terakhir ini ada banyak banget film-film amrik sono yang ngere-tell cerita-cerita anak-anak jaman dulu. Sebagian dikemas dengan keren, sebagian lagi, ya so-so aja. Di bawah ini, gue copas beberapa poster film yang gue suka. Bukan cuma suka ceritanya, sutradaranya, dan sebagainya sih, tapi gua juga suka konsep soal sihir, dialog-dialognya yang lucu (meski bagi sebagian orang katanya garing), dan terutama adegan perangnya yang fantasy banget.

Yang pertama adalah Alice in Wonderland. Soal ini mah udah jelas banget kenapa gue suka. Tim Burton gitu loh! My fave banget.

Selanjutnya adalah Snow White and Huntsman. Cerita dan adegan tempurnya bagus, at least kalau dibandingin sama Mirror-Mirror - yang sama-sama re-tell dari cerita Snow White.

Next adalah Hansel & Gretel: Witch Hunter. Kecuali adegan darahnya yang brutal, gue suka semuanya. Adegan tempurnya 'sederhana' dan keren. Jarang-jarang kan ngeliat penyihir baku hantam?

Yang terakhir adalah Jack The Giant Slayer. Kalau untuk yang ini, gue two thumb up sama CGI-nya. Ini keren banget. Tekstur para raksasa begitu detil dan menjijikan. Adegan fave-gue adalah pada saat salah satu raksasa ngupil, wkwkwkw. Unforgetable scene!

Selain mereka, tentunya masih ada banyak lagi produk-produk Re-Telling Fairy Tales yang lain. Para suhu fairy tales, mulai dari Grimm dan Hans Andersen pasti ngakak di alam sana ngeliat bagaimana dongeng buatan mereka dibolak-balik nggak jelas gitu. Gue sendiri sih berharap, suatu hari nanti Kancil Saga akan berada di posisi mereka. Menjadi salah satu produk Re-Telling Fairy Tales yang super duper terkenal di seluruh penjuru Indonesia dan bisa menghibur para pembaca cilik, err... nggak cilik-cilik juga sih, soale target Kancil itu young adult reader (13 - 21 tahun). Dan buat yang nggak merasa terhibur ya nggak apa-apa. Ke laut aja lo sana, hehehe.


Tag : ,

Kiky Si Kancil On Ngomik.com!

By : Imedia9.net
Halo, guys! Kiky Si Kancil now on Ngomik.com! Ceritanya waktu gue ngerapi2in folder di harddisk, gue ngeliat ada gambar2 Kiky si Kancil yang waktu itu udah ditolak sama 10 penerbit lebih. Kata mereka, hari gini udah nggak jamannya lagi nyeritain Kancil ke anak-anak. Padahal gambar-gambar itu pulalah yang menjadi cikal bakal Kancil Saga. Jadi yah, daripada gambar-gambar itu dibuang, gue coba-coba aja deh bikinin jadi komik. Dan hasilnya: Ta-da... The First Kiky Si Kancil Comic Release!! Cekidot!

 




Kalau kamu penasaran dengan kelanjutan kisahnya, langsung aja kunjungi Ngomik.Com atau bisa juga klik di sini. Komik yang gue posting di sana sebenarnya masih ada kesalahan judul, yaitu masih pakai judul Kancil Parody, padahal mestinya Kancil Comic. Tadinya udah mau gue ganti, tapi rupanya Ngomik.Com nggak ngasih fasilitas ganti judul. Tambahan lagi, sejak berita ini di posting, Kancil Comic udah nembus 200 view lebih!! Gile kan? Itu artinya masih banyak banget orang di luar sana yang penasaran dengan cerita si kancil. Yeah, terlepas dari gue juga mengerahkan mahasiswa gue untuk ngebaca komiknya, hehehe. 
Pantengin terus Ngomik.com, karena kalau semua file2 "gagal" di kompi gue berhasil di upload, gue akan memulai projek baru: Kiky si Kancil Comic, tentunya dengan para mahasiswa yang pada jago ngegambar. Yiihaaaaa!

Tag : ,

Wallpaper Kancil Saga

By : Imedia9.net
Yeey! Setelah menunggu selama berabad-abad akhirnya 1st official wallpaper Kancil Saga akhirnya rilis juga, hehehe. Oke, rada lebay sih. Tapi nggak apa-apalah. Namanya juga orang yang lagi seneng. Wallpaper ini digambarin sama mas Novian Rivai dan di edit secukuplah oleh saya yang emang lagi senang edit-editan gambar, hehehe. Wallpapernya sendiri dikasih tagline yang juga membuat editor saya, mbak Pradikha terpukau (aduh, bahasanya). Legenda besar berawal dari sesuatu yang kancil, eh... kecil! Inspirasi dari taglinenya sendiri udah jelas dong dari siapa? Masa nggak tahu? Itu dari taglinenya The Hobbit kepunyaan mbah Tolkien yang bunyinya: From The Smallest Beginning, Comes The Greatest Legend. Wallpaper ini menceritakan dua buah kubu yang saling berperang dan trio Kiky si kancil yang terjebak di tengah2. Oh ya, buat anda semua yang nggak siapa saja mereka, sini gue jelasin, satu per satu.
Yang pertama adalah kubu kiri, atau kubunya Putri Aurina. Ia adalah pewaris tahta kerajaan Dongeon yang sah. Di bantu sama Penasihat Olaf, Raja Mustafa si singa, si kembar Hansen dan Jansen juga burung garuda dan kuda sembrani.






Sementara itu di kubu kanan, adalah kubunya tiga ratu penyihir yang merupakan bibinya Putri Aurina. Mereka adalah Ratu Morgina, Ratu Lucinda, dan Ratu Ishika. Sementara yang serigala itu adalah Raja Raksha, yang mukanya pucat kek zombie adalah Jenderal Paul, dan naga yang hijau itu adalah para naga yang membela penyihir.

Sisanya, nggak lain dan nggak bukan adalah trio Laskar Mustafa: Kiky si kancil, Wong si monyet dan Kumar si burung kakaktua. Mereka memang hanyalah binatang-binatang kecil. Tapi jangan salah. Mereka jugalah penentu hasil dalam pertempuran besar di kerajaan Dongeon nanti.

Bagaimana? Seru kan? Baru wallpapernya aja udah ciamik begini. Bagaimana kalau bukunya udah keluar nanti? Tungguin ajalah. Yang pasti bakalan heboh dan super kereeen! Go, Kiky! Goo!

Tag : ,

Kancil Saga Update

By : Imedia9.net
Oke. Saya tahu mungkin ini kedengerannya akan sangat mengecewakan kepada para penggemar saya (ehm! hehehe), yang sudah dengan sangat setia menantikan akan seperti apa sih jadinya cerita si Kancil versi Saga ini. Dengan berat hati harus saya sampaikan jika anda semua harus bersabar lagi karena untuk ketiga kalinya, konsep naskah Kancil Saga diubah! Yeey! Ucapan terima kasih dilayangkan kepada R.D Villam, senior sekaligus mentor saya, yang telah memberikan pandangannya terhadap konsep naskah tersebut. Hal ini mengingatkan saya pada satu kata-kata bijak: "Lebih baik terlambat dalam mematangkan rencana, daripada tergesa-gesa hanya untuk mengulanginya lagi."
Dalam postingan ini, sekaligus untuk memperingati hampir-setahunnya proyek Kancil Saga, maka saya akan coba membahas transformasi proyek ini sejak dirintis awal Juli tahun 2012 yang lalu. Mangga take a look!

1. Konsep Parody Harry Potter
Sejak pertama kali dirintis, proyek Kancil Saga dimaksudkan untuk menghapus image buruk yang sudah terlanjur melekat pada diri si Kancil. Rada sulit melakukannya karena cap Si Pencuri Ketimun itu sudah kadung melekat pada sosok si Kancil. Cara terbaik untuk mengeliminasi hal itu adalah dengan "menumpangkan" nama si Kancil pada sosok lain yang lebih terkenal. Yang kepikiran waktu itu adalah Harry Potter. Kenapa herpot? Karena gue emang suka sama herpot. Kenapa? Masalah buat lo? Kiky si Kancil versi awal gue gambar sendiri sampe berdarah-darah. Ini dia hasilnya:
Ya, gue tahu. Gambarnya memang jelek. Udah mah nyontek gambar punya orang, jelek lagi! Emang dasar nggak ada bakat gambar gua! Tapi yang paling penting adalah, bekas luka di keningnya/ Aha! Bekas luka itulah yang pengin gue pake untuk mengubah image si Kancil biar ga lagi identik dengan si pencuri ketimun melainkan sebagai Si Kancil Sang Pembantai... eh eta mah si Batosai atuh. Maksudnya, si Kancil Yang Bertahan Hidup. 
Menyadari kalau gambar gue jelek, gue pun coba cari ilustrator. Ucapan terima kasih disampaikan untuk bang Yohan Power - salah satu ilustrator Vandaria Saga yang telah memperkenalkan gue dengan Okky Alpucat Ariani. Dialah yang menggambar ulang Kiky si kancil menjadi seperti ini (dalam versi asli dan versi yang udah gue warnain ulang):

Bekas luka yang fenomenal itu menuai protes, serta caci maki dari banyak pihak. Sebuah protes yang memang saya tunggu. Karena ada misi tersembunyi di balik bekas luka legendaris itu. Akhirnya dari 15 naskah yang saya kirim ke berbagai penerbit, hanya 2 penerbita saja yang tertarik dengan konsep kancil yang baru ini. Yaitu penerbit BA dan KPG. Karena satu dan lain hal, saya memutuskan untuk berpartner dengan tim KPG dan mengubah wujud Kiky Si Kancil (sementara) menjadi seperti ini:
Bekas luka karena cakaran harimau yang memang menjadi tujuan awal saya sejak naskah ini pertama kali dibuat. Pada bulan November 2012, naskah Kiky Si Kancil pun memulai babak baru.

2. Konsep Trilogi & Dunia Sihir

Alih-alih menggunakan konsep 7 serial buku, editor saya yang baik, mbak Ratna mengusulkan untuk membuat trilogi saja. Biar terlihat keren, mantap dan luar biasa mengguncang dunia persilatan. Untuk melakukan itu, langkah pertama yang harus saya lakukan adalah membuat dunia. Benar sekali sodara-sodara. Mengekor senior saya yang lain, mas Ami Radiya yang sudah melaju kencang dengan Vandaria Saga-nya, saya mencoba membuat konsep shared-universe yang sama. Namun karena keterbatasan personil (just me, my keyboard and mouse) - gue pun terpaksa menggunakan konsep shared-paralel-universe. Sebuah konsep penggunaan dunia secara paralel dengan nama tempat yang sama, tapi dengan sejarah dan detil yang berbeda. Dunia fantasy gue itu gue namakan Dremina. Ini adalah bentuk awalnya:

Membuat sebuah trilogi high-fantasy bukanlah sesuatu yang mudah. Apalagi jika harus melakukan perawatan yang begitu mendetil pada seluruh wilayah. Lagian gua juga bukan seorang novelis yang jago-jago banget. Oleh karena itu, gue mencoba menyederhanakan pembahasan dan seting novel dengan hanya berkutat pada satu wilayah tertentu saja, yaitu negeri Dongeon. Ini adalah peta kondisi awalnya:
Sampai tahap ini, sebenarnya semua sudah berjalan dengan lancar. Hanya saja poin minus justru berada pada plot dan alur penceritaannya sendiri. Gue bener-bener kelabakan dalam menulis naskah Kancil Saga itu dan sempat frustasi karena nggak selesai-selesai. Dan ketika akhirnya beres, gue malah jadi merasa ada sesuatu yang salah pada naskah itu, tapi gue nggak tahu apa. Dan saat itulah saya meminta bantuan mas Villam, yang juga di acc langsung oleh mbak Ratna selakuk editor.

3. Konsep Laskar Mustafa
    
Dunia Dremina menjadi semakin matang seiring dengan berjalannya waktu. Dengan menggunakan software Gimp versi 2, gue dengan bersusah payah dan berdarah-darah akhirnya berhasil membuat ulang situasi dan kondisi dunia Dremina. Satu hal yang tentunya bakalan mempermudah gue juga dalam menulis cerita nantinya. Here you go!
Gue juga berhasil menggambar ulang negeri utama tempat terjadinya kisah Kancil Saga ini yaitu Dongeon. Sebuah negeri yang berasal dari plesetan kata Dongeng.
Dalam konsep Kancil Saga yang ketiga, penceritaan akan menitikberatkan pada peran Laskar Mustafa sebagai salah satu laskar binatang di Dongeon. Dalam konsep sebelumnya, gue bener-bener keteteran waktu harus membuat deskripsi soal Goa Raungan Suci yang menjadi markas Laskar Mustafa. Tapi sekarang lain ceritanya (mudah-mudahan sih) karena gue pun telah berhasil membuat peta Hutan Buas dan Goa Raungan Suci. 


Sebenernya masih banyak hal lain yang pengin gue bahas di sini. Yaitu masalah Laskar Mustafa sendiri, hukum yang berlaku di antara tiga kerajaan binatang, sampai sistem sihir di Dongeon 9yang juga pernah ditanyain sama salah satu temen kantor gue). Tapi soal itu nanti gue bahas di postingan lain aja kali ya, hehehe. Bye! 

Tambahan: Oh ya, gue lupa. Kancil Saga sekarang udah punya soundtrack loh! Buat yang belum denger, ayo buruan di klik: https://soundcloud.com/roedavan/kancil-saga-kiky-si-kancil
Tag : ,

Another Partner: Dee Coffee

By : Imedia9.net

Akhirnya ketemu juga. Setelah kurulang kuruling ke sana kemari kaditu kadieu untuk mencari anak band yang bisa diajak kerja sama untuk membuatkan soundtrack Kancil Saga, akhirnya ketemu juga. Adalah Dee Coffee, sebuah band beraliran Pop Alternative yang dimotori oleh Uki (Vocal), Galih (Bass) dan Teguh (Lead Guitar). 
Dee Coffe sendiri pada awalnya merupakan sebuah band SMA yang terbentuk pada tahun 2003 dan sempat beberapa kali berganti formasi. Transformasi tersebut membuat para personil Dee Coffee semakin dewasa dan semakin selektif dalam memilih aliran musik yang akan mereka bawakan. Secara garis besar mereka memang tidak memfokuskan diri pada satu aliran tertentu, melainkan berusaha untuk mencampurkannya secara proposional sehingga menghasilkan karakter bermusik yang unik, kreatif, easy listening, dan tetap nge-rock!
Mau mengenal mereka lebih dekat? Berikut adalah beberapa foto Dee Coffee yang berhasil gue colong secara seksama dari mas Galih sang bassis.


Dee Coffee formasi pertama


Dee Coffee formasi kedua



Dee Coffee formasi ketiga


Dee Coffee dan kru


Dee Coffee juga pernah menjadi bintang tamu untuk even musik tahunan UNJANI 2008, Rock Music Event 2008, guest star pada konser amal Satu Untuk Anak Negeri Anyer Carnaval Banten, LA Light Indie 2008, dan masih banyak lagi. Berbekal semangat, kerja keras dan komitmen dalam mengejar cita-cita, Dee Coffee telah bersedia untuk bergabung dengan laskar Kancil Saga (halah!) dan menggetarkan seluruh pecinta musik di tanah air dengan musik-musik mereka yang lincah, mnghentak dan penuh semangat.

Welcome to the Jungle, brother!
Tag : ,

Sound Track Kiky Si Kancil

By : Imedia9.net
Sound track perdana Kancil Saga akhirnya rilis! Yes! Thanks berat buat temen-temen dari DeeCoffee yang sudah berjuang keras untuk membuat soundtrack perdana ini. Hasilnya ruarrr biasa! Mudah-mudahan soundtrack ini bisa menjadi awal "bangkitnya" tokoh si Kancil yang lebih "bersemangat". Seperti juga ritme lagunya yang full of spirit, hehehe. Go, Kiky, Goooo!! Soundtracknya sendiri sudah bisa didengar di Sound Cloud. Check this out, guys! https://soundcloud.com/roedavan/kancil-saga-kiky-si-kancil

Personil DeeCoffe:
Vocal: Uki
Bass: Galih
Lead Guitar: Teguh
Rhytm: Fajri
Drum: Ridwan

Tag : ,

First Meet: Gunung Batu Enterprise

By : Imedia9.net
Nyasar! Itulah kesan pertama yang gue dapatkan saat berusaha mengunjungi markas besar Gunung Batu Enterprise, sebuah studio animasi terkemuka di Bandung. Alamat di webnya mah jelas di Jln Sukanegara 62, tapi kang Sugeng ngasih alamat no 54. Ini teh kumaha sih? Saha anu salah? Akhirnya setelah kucluk-kucluk dan kurulang-kuruling ga jelas, saya pun berhasil sampai di markas pertama yang berada di alamat 54. Loh? Markas pertama? Iya bro, ternyata GBE itu punya dua markas yang lokasinya deketan. Sedeket kami berdua, hehehe.


Yang sebelah kanan gue itu namanya Sugeng, tapi lebih terkenal dengan nama Mang Ugeng. Sang animator 3D legendaris yang sekaligus merupakan pendiri Gunung Batu Enterprise. Mang Ugeng ini juga merupakan salah satu pelopor penggunaan Blender, software 3D open source, untuk digunakan dalam pembuatan film-film atau proyek 3D.
Gue nyampe markas GBE kurang lebih jam 9an. Dan sesuai dugaan gue semula (biar pun gue bukan seorang peramal, hehehe) poster pertama yang langsung nongol di depan ruang tunggu adalah poster ini:

Gue juga tadi sempet ngintip whiteboard dan ngeliat jadual penyelesaian serial Menggapai Bintang 2 yang ternyata dikerjakan oleh beberapa grup. Masing-masing grup sendiri terdiri dari beberapa animator muda berbakat yang jago-jagooo! Gue juga sempet jeprat-jepret nih beberapa kegiatan para animator di TKP yang terbagi ke dalam beberapa grup. Cekidot!




Kelihatan nggak? Teksturnya detiiiil banget. So realistik dan beda banget dengan apa yang gue lihat di serial Menggapai Langit. Selidik punya selidik, serial itu "hanyalah" salah satu dari sekian banyak proyek yang sedang dikerjakan oleh GBE. Dan seperti penuturan kang Dani , "Waktu pembuatan, biaya serta kualitas itu berbanding lurus!"


Sumpah dah gue pengin ngakak pas lihat gambar ini. Gambar jembatan bambu reyot versi 3D yang asliiii reyot banget. Keren nih yang bikinnya.
Gue juga sempat di ajak ngintip ke ruangannya mas Dani sang Ilusionist eh salah, sang ilustrator. Dan sempat ngejepret beberapa hasil gambarnya yang unyu-unyu!



Sengaja gue potret rada jauh karena ingin "merahasiakan" sebuah proyek besar yang kini sedang digarap oleh GBE. Sebuah proyek yang bikin gue terbelalak dan berkata: "Euleuh... euleuh... Bandung pisan ieu mah euy!" Yap! Proyek yang sedang dibuat oleh GBE memang berkaitan erat dengan seniman legendaris kelahiran Bandung yang akan dibuatkan dalam versi 3Dnya. Siapakah dia? Hei... hei... siapa dia? Rahasia ah! Wkwkwkwkw


Duduk di kursinya kang Dani berasa jadi seorang ilustrator handal euy! Jadi penasaran, kira-kira book trailer Kancil Saga yang nanti bakal dibuat bakal kayak apa ya? Bocorannya sih akan dibuat dalam bentuk se-unyu mungkin. Soalnya kancil kan binatang yang lucu. Jadi bentuk 3Dnya juga pasti unyu. *terus gue mesti ngompol sampai bilang wow gitu?*
Yang jelas, kunjungan pertama gue ke studio GBE ini bener-bener Ruarrr biasa! Terima kasih yang sebanyak-banyaknya buat kang Sugeng, kang Andri, kang Dani dan seluruh tim GBE yang bersedia untuk ngebantuin Kancil Saga.

Semoga kita bisa sukses bersama! Maju terus dunia Animasi Indonesia! Aamiin.




Tag : ,

- Copyright © Kiky Si Kancil - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -